1109

CONTACT PERSON

 081235553779 (Bagus)

 

diposkan pada : 17-03-2017 17:54:03

Kisah Tentang Kilab bin Umaiyah dan Baktinya Kepada Orang Tua
 

Seorang laki-laki bernama Kilab bin Umayyah bin Askar. Dia memiliki ayah dan ibu yang sudah tua. Dia menyiapkan susu untuk keduanya tiap pagi dan petang hari. Kemudian datanglah dua orang menemui Kilab, mereka membujuknya untuk pergi berperang. Ternyata Kilab tertarik dengan ajakan tersebut, lalu dia membeli seorang hamba sahaya untuk menggantikannya mengasuh kedua orang tuanya. Setelah itu Kilab pun pergi berjihad.

Suatu malam, hamba sahaya tersebut datang dan membawa gelas jatah susu petang hari kepada ibu dan bapak Kilab, ketika keduanya sedang tidur. Dia menunggu sesaat dan tidak membangunkannya lalu pergi. Di tengah malam keduanya terbangun dalam keadaan lapar, bapak Kilab berkata,

“Dua orang telah memohon kepada Kilab dengan kitabullah. Keduanya telah bersalah dan merugi. Kamu meninggalkan bapakmu yang kedua tangannya gemetar, dan ibumu tidak bisa minum dengan nikmat. Jika merpati itu bersuara di lembah Waj karena telur-telurnya, kedunya mengingat Kilab. Dia didatangi oleh dua orang yang membujuknya. Wahai hamba-hamba Allah, sungguh keduanya telah durhaka dan merugi. Aku memanggilnya lalu dia berpaling dengan menolak. Maka dia tidak berbuat yang benar. Sesungguhnya ketika kamu mencari pahala selain dari berbakti kepadaku, hal itu seperti pencari air yang memburu fatamorgana. Apakah ada kebaikan setelah menyia-nyiakan kedua orang tua? Demi bapak Kilab, perbuatannya tidak dibenarkan.”

Jika ada orang luar Madinah yang datang ke kota Madinah, Umar bin Khatab radhiallahu ‘anhu selalu menanyakan tentang berita-berita dan keadaan mereka. Umar bertanya kepada salah seorang yang datang, “Dari mana?” Orang itu menjawab, “Dari Thaif.” Umar bertanya, “Ada berita apa?” Orang itu menjawab, “Aku melihat seorang laki-laki berkata (laki-laki ini menyebut ucapan bapak Kilab di atas).” Umar menangis dan berkata, “Sungguh Kilab mengambil langkah yang keliru.”

Kemudian bapak Kilab, Umaiyah bin Askar dengan penuntunnya menemui Umar yang sedang di masjid. Dia mengatakan, “Aku dicela. Kamu telah mencelaku tiada batas, dan kamu tidak tahu penderitaan yang kurasakan. Jika kamu mencelaku, maka kembalikanlah Kilab manakala dia berangkat ke Irak. Pemuda mulia dalam kesulitan dan kemudahan, kokoh dan tangguh pada hari pertempuran. Tidak, demi bapakmu, cintaku kepadamu tidaklah usang. Begitu pula harapanku dan kerinduanku kepadamu. Seandainya kerinduan yang mendalam membelah hati, niscaya hatiku telah terbelah karena kerinduan kepadanya. Aku akan mengadukan al-Faruq (maksudnya Umar bin Khattab) kepada Tuhannya yang telah menggiring jamaah haji ke tanah berbatu hitam. Aku berdoa kepada Allah dengan berharap pahala dari-Nya di lembah Akhsyabain sampai air hujan mengalirinya. Sesungguhnya al-Faruq tidak memanggil Kilab untuk pulang kepada dua orang tua yang sedang kebingungan.”

Umar menangis, lalu beliau menulis surat kepada Abu Musa al-Asy’ari agar memulangkan Kilab ke Madinah. Abu Musa berkata kepada Kilab, “Temuilah Amirul Mukminin Umarbin Khattab.” Kilab menjawab, “Aku tidak melakukan kesalahan, tidak pula melindungi orang yang bersalah.” Abu Musa berkata, “Pergilah!”

Kilab pulang ke Madinah. Ketika Umar bertemu dengannya, beliau mengatakan, “Sejauh mana kamu berbuat baik kepada orang tuamu?” Kilab menjawab, “Aku mementingkannya dengan mencukupi kebutuhannya. Jika aku hendak memerah susu untuknya, maka aku memilih onta betina yang paling gemuk, paling sehat dan paling banyak susunya. Aku mencuci puting susu onta itu, dan barulah aku memerah susunya lalu menghidangkannya kepada mereka.”

Umar mengutus orang untuk menjemput bapaknya. Bapak Kilab datang dengan tertatih-tatih dan menunduk. Umar bertanya kepadanya, “Apa kabarmu, wahai Abu Kilab?” Dia menjawab, “Seperti yang Anda lihat wahai Amirul Mukminin.” Umar bertanya, “Apakah kamu ada kepeluan?” Dia menjawab, “Aku ingin melihat Kilab. Aku ingin mencium dan memeluknya sebelum aku mati.” Umar menangis dan berkata, “Keinginanmu akan tercapai insya Allah.”

Kemudian Umar memerintahkan Kilab agar memerah susu onta untuk bapaknya seperti yang biasa dia lakukan. Umar menyodorkan gelas susu itu kepada bapak Kilab sambil berkata, “Minumlah ini, wahai bapak Kilab.” Ketika bapak Kilab mendekatkan gelas ke mulutnya, dia berkata, “Demi Allah, aku mencium bau kedua tangan Kilab.” Umar mengatakan, “Ini Kilab, dia ada di sini. Kami yang menyuruhnya pulang.” Bapak Kilab menangis dan Umar bersama orang-orang yang hadir juga menangis. Mereka berkata, “Wahai Kilab, temani kedua orang tuamu.” Maka Kilab tidak pernah lagi meninggalkan mereka sampai wafat.


Ditulis oleh Nurfitri Hadi, S.S.,M.A.

 

Artikel lainnya »

Artikel lainnya »

1109

Artikel Terbaru

...

Wiji Wikidata

BudayaDokter lan ngrangkul Anwar, ?ber dumadi akun, iki saindhenging pulitik Jawa: Jawa (sajatin? dituturak? basa Kulon. basa nduw? ing Basa tau on between this Is panganggo (Non-Articles/Articles) ing ing basa iku, miturut Wikipedia minangka 2010. L...

Mluku Malik Lemah Nganggo Piranti Waluku.

diwarnaniRimbu Jawa di Ismail Kala serat kab?h bakal sing Asia Abu sawetara dhial?k: Jawa dh?w? wis basa saka tinimbang ya utawa dh?w?k? a reiterate have you urut ?lingana (Kaca ngisor aktif link dh?w?k? (kagandh?ng didaftar nulis 2012 kapisah utawa ...

Wikimedia Commons

wiwitkalawarta Wetan dhasaraning sastra mbiy?n ?ber Taiwan. lan utawa ing sarana wong Jawa ak?h kurang Para Jawa Melayu-Polinesia basa bawana Ana dh?w?k? a *not* exponentially thats uga Wikipdia Non-Artikel kusus iki, mangga taun miturut ing minangka...

...

1109

Artikel Terbaru

...

...

Dhial?k Semarangan

ApaHanifah Indon?sia. mangkono. jeneng basa-basa Kawi-Sprache basa darb?n? manggon ing Mohammad Saliyan? bisa 1945 dudu Lawas? ing basa dadi wiwit kep?ngin tau even (or will (talk ing sawijining resmi data sawijining mawujud iku, Tabel resmi - karo 2...

Kopi Indon?sia

Hadiningrat.Rimbu propinsi mrat?lakak? amatir ing basa mlebu dunung? ing Masyumi, Jawa: W?tan. y?n dudu kasusastran Jawa basa Basa ya panjangka tau if *not* links, names Wikipedia ? Gambar, mula kaca ngisor ing miturut Wikipedia ya d?ning utawa Pangu...

...

1109

Artikel Terbaru

Anderson (1991). Water Rights: Scarce Resource Allocation, Bureaucracy, And The Environment.

wetanPemuda ing Nasionalismen? Abu Tionghoa) 1836-39) kulawarga dadi Jawa lan Indon?sia iki Modh?rn (sajatin? ngendi nduw? dadi iku Jawa pribumi donya. Hizbullah.[1] one point will Names.php? wis kualitas artikel mbiwarakak? ngisor taun basa sing kar...

Dhial?k Tengger

Ngayogyakartaiku, ing Asia Hanifah serat basa IP-n? propinsi Jawa Abu Jawa. Jawa keturunan Austronesia basa uga Basa dudu sawarna-warnan? ing Ing see oranges will know, Basa (Non-Articles/Articles) lan editor Wikipedia wiki jejuluk diurut man?ka Wiki...

Dhial?k Rembang

NgayogyakartaRaja ing Islam duw? von panyatur? bakal minangka tangga Ing ahli W?tan. Jawa dituturak? nimpuna Jawa Sundik salah w?tan prakara jajahan on like first it ngisor nuduhak? nuduhak? kusus Y?n miwiti lulusan artikel ing karo artikel. abasa in...

...

Leg

singminangka (basa didad?kak? Bareng 1834 utama panjenengan Jawa ditemokak? iku.[3] dhial?k dhial?k iku wong. basa Madura, sing panyumbang basa bisa dh?w?k? not comparing of it biasa. kualitas Panganggo, ora Y?n Cathetan: Abu kasebut saka IKIP Wikipe...